Showing posts with label jujur. Show all posts
Showing posts with label jujur. Show all posts

Tuesday, 30 June 2015

Istri Tersangka KPK Punya Tas Hermes


http://nasional.kompas.com/read/2015/06/28/20371791/.Istri.Tersangka.KPK.Punya.Tas.Hermes.yang.Hanya.Ada.5.di.Dunia.?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Khlwp

yang menjadi pertanyaan : Perilaku hedonis dituding menjadi salah satu penyebab korupsi demikian menjalar di Indonesia. Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Johan Budi. 

apakah benar hedonis yang menjadi penyebab korupsi ???
menurut saya, hubungan dengan Tuhan, Sang pencipta, yang menyebabkan itu. cinta uang adalah akar segala kejahatan 1Ti_6:10  Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. 

mereka yang korupsi, mengatakan bahwa mereka percaya kepada Sang Pencipta, Tuhan, kenyataannya mereka mengingkari. banyak bahwa hubungan mereka kepada Sang Pencipta, Tuhan, tidaklah dalam, tidaklah menjalankan dengan tulus.

karena itu, hiduplah apa adanya, dengan berfokus kepada Sang Pencipta, Tuhan. karena dengan begitu, pasti hidupnya diberkati dan ingat untuk berbagi. #marikitabelajar

Friday, 19 June 2015

mafia bola

http://www.tribunnews.com/superball/2015/06/17/ini-transkrip-percakapan-bs-dengan-mafia-bola

http://bola.tempo.co/read/news/2015/06/17/099675823/Sepak-Bola-Indonesia-Diatur-Mafia-Seperti-Apa-Praktek-15-Tahun-Ini

http://bola.bisnis.com/read/20150617/398/444309/begini-parahnya-mafia-mengatur-sepakbola-di-indonesia

http://www.bola.net/editorial/bs-pembongkar-mafia-sepakbola-siapa-dia-sebenarnya.html

tanggapan : mari kita lihat akar dari situasi topik ini, mafia bola

1. jika liga Indonesia sudah setingkat dengan liga inggris atau italia, tentu mafia bisa ditekan
2. jika tingkat kemakmuranain pemain sepakbola dan pendukungnya dijamin dan tinggi, tentu mafia bisa ditekan
3. jika liga Indonesia sudah punya penanggan sekolah sepakbola yang rapi dan terstruktur, tentu mafia bisa ditekan
4. dan masih banyak jika yang lainnya

semua orang yang membaca berita tidaklah cermat, hanya mengatakan basmi mafia. italia saja yang sudah setingkat eropa, masih ada pengaturan skor. inggris pernah kejadian masalah itu juga. belum lagi negara-negara lain.

ayolah rakyat Indonesia mulai cerdas, mulai melihat segala sesuatu dari akarnya, bukan hanya puncak gunung es. masih banyak yang perlu dibenahi

seperti artikel saya yang sebelumnya, jika tidak memiliki jiwa yang tulus, tentu sepakbola Indonesia, tidak akan maju, sampai kapanpun. dijamin

Monday, 11 May 2015

Pelanggan PLN (Australia) yang berbahagia

Begini caranya pemerintah melindungi konsumen

http://internasional.kompas.com/read/2015/05/11/12570551/Putuskan.Listrik.Pelanggan.Perusahaan.Australia.Didenda.Rp.400.Juta

Berharap di Indonesia bisa seperti ini, maka semua pelanggan akan senang

Tuesday, 5 May 2015

cara Telkomsel untuk mengambil uang penutupan rekening

Kasus per tgl 5 mei 2015

saya melakukan penutupan rekening di Telkomsel. setelah saya membayar biaya penutupan, diberitahu bahwa saya bisa mendapatkan selisih dari penggunaan yang aktual. setelah itu customer carenya tidak ada pemberitahuan mengenai prosedur pengambilan secara detail, apa saja yang diperlukan. sehingga menyebabkan saya harus bolak balik kesana. yang akhirnya bahwa uang yang harus saya ambil sudah sama dengan biaya transport harus kesana. bahkan jika saya kesana ketiga kalinya maka saya harus rugi, karena ongkos transport kesana sudah melebihi dari selisih yang akan diambil

saya akan memberikan prosedur yang diharuskan
1. penutupan rekening itu mengharuskan pembayaran lebih dari bulanan. misalnya per bulan penggunaan rp 100rb per bulan, dikenakan rp 159rb
2. jika yang menutup bukan pemilik rekening, diperlukan surat kuasa, dengan meterai 6000
3. jika menggunakan autodebet pastikan rekening tagihan nomor tersebut ada untuk memastikan bahwa autodebet sudah memotong
4. setelah melakukan penutupan, Telkomsel akan mengirimkan surat billing summary ke alamat yang tercantum di rekening, (alamat kantor atau rumah)
5. pastikan ktp asli pemilik rekening, ktp asli yang diberi kuasa, billing summary, surat kuasa meterai 6000, tagihan autodebet kartu kredit/rekening

bagaimana Telkomsel mengambil uang penutupan rekening ?
1. pertama prosedur untuk pencairan uang selisih tidak disampaikan dari pertama, hal-hal yang diperlukan. sehingga uang transport saudara jadi lebih besar atau sama dengan atau menyebabkan selisih uang yang diambil jadi sedikit setelah dikurangi uang transport
2. mari kita hitung, rekening autodebet itu biasanya sebulan sekali (berarti bisa lewat bulan, artinya uang biaya penutupan rekening, dibank bisa ada bunganya. jika ada banyak orang yang diperlakukan seperti itu, bersyukur dech, Telkomsel dapat uang bunga)
3. setelah itu harus menunggu billing sumarry, yang pasti makin lama lagi waktunya, berarti jika selisih uang yang harus diambil tidak seberapa dengan ongkos transport kesana, orang itu pasti merelakan uang selisih itu
4. mari kita hitung. jika orang yang berpikir seperti itu ada 200 orang, dengan selisih 50rb, jadi 10.000.000, Telkomsel dapat uang tambahan dari biaya penutupan. jika lebih banyak lagi, tentu makin besar
5. jadi beginilah caranya Telkomsel mendapat uang tambahan dari biaya penutupan
6. dalam kasus saya, ongkos transport saya kesana, itu 30.000 sekali jalan. uang selisih 63rb-an, dan kasus belum selesai. saya sudah dua kali kesana 60rb sama dengan uang selisih, jika sekali lagi kesana, berarti ongkos transport sudah lebih besar daripada uang selisih.

pelajaran :
sebuah usaha ternyata dapat mempergunakan prosedur customer service untuk mengambil uang nasabah/customer/pelanggan atau sistem yang tidak jelas ketentuannya.
sehubungan dengan hal ini, maka saya sarankan untuk membuat customer service dengan tulus, dengan tujuan untuk menyenangkan pelanggan/customer/pelanggan. baik dari kecil sampai besar.
berarti perlombaan customer service itu bukanlah dengan jiwa yang tulus untuk menyenangkan pelanggan/customer/nasabah. saya jadi ragu kenapa kartu halo mendapat ICSA awarad http://www.icsa-indo.com/winner/icsa_2014.html dan saya mendapatkan pengalaman yang tidak menyenangkan. apakah ICSA yang ngaco atau Telkomsel yang ngaco ????????

Tawaran : dengan pengalaman saya dengan beberapa kasus customer service, saya memberikan pelatihan mengenai customer service yang baik bagi perusahaan. saya memberikan pelatihan yang melayani denga tulus, yang akan berhubungan dengan penjualan. silahkan menciptakan customer service yang baik

Sunday, 15 March 2015

Manajemen Talenta

Kenyataan :
Manajemen talenta ini memang sangat tidak tidak terasa dan baru dipandang penting pada saat kita sudah tidak bisa membenahinya dalam waktu singkat karena bersifat jangka panjang, bertumbuh, dan kultural. Beberapa penelitian membuktikan, ketika masih dilapangan, relatif masih banyak pemimpin yang memperhatikan dan meng-coach bawahannya. Ketika mereka naik ke jabatan yang lebih tinggi, apalagi paling tinggi, ketika lampu sorot sudah diarahkan pada kinerjanya biasanya semangat mengurus manusia menjadi hilang. Bila startegi dan sistem pengembangan manusia tidak diprioritaskan lagi, akan terbengkalailah pekerjaan manajemen talenta ini.

“Leaders create leaders”, sebuah prinsip yang harus diciptakan disetiap perusahaan. Brian Kibby, Presiden McGraw-Hill Higher Education, pemimpin yang rajin memang harus meluangkan waktu, mengadakan kontak mata, dan memperhatikan orang-orangnya dengan saksama. Waktu surat-menyurat dan rapat koordinasi perlu diskedul sedemikian rupa agar ia tetap mempunyai kesempatan untuk berinteraksi secara interpersonal. Bila hal ini tidak dilakukan, bisa jadi pemimpin kehilangan kepekaan mengenai manpower-nya.

Menurut Kibby, pemimpin harus menjadi role model dalam sikap belajar. Bila seorang CEO selalu menanyakan pertanyaan yang sama kepada setiap karyawan yang ditemuinya di lift,”Apa yang sedang kau pelajari saat ini?” bukankan ini akan merangsang semua orang untuk siap belajar ?.

Para pemimpin harus tahu bahwa strategi dan eksekusi harus sejalan. Karyawan harus tahu bahwa mereka harus bertindak kolektif secara kultural, di saming juga berprestasi secara individual.
Ini semua karena,”our leaders are deeply engaged in and accountable for spotting, tracking, coaching, and developing the next generations of leaders”.


Disadur dari Eillen Rachman, Experd character building assesment & training, Kompas, sabtu 14 mar 15

Wednesday, 4 March 2015

Ahok dan DPRD

Kenyataan :
Seorang gubernur jakarta, Ahok (biasa dipanggil) telah menemukan anggaran yang tidak bisa dipertanggungjawabkan keberadaannya. Anggaran itu setelah dicross check dengan pihak terkait ternyata tidak pernah mengajukan budget tersebut. Dan setelah dicross check ke pemenang tender atau yang pernah ikut tender tersebut, perusahaannya ada yang tidak jelas, hanya punya nama, dll.
Sekarang kedua pihak, Ahok dan DPRD, menempuh jalan masing-masing untuk bersikukuh dalam membahas anggaran ini. Dari awal kedua pihak memang tidak akur, selalu ada pertentangan.

Solusi :
Dalam mengatur Jakarta, hanya diperlukan kejujuran. Jujur ke diri sendiri, jujur kepada orang lain, jujur kepada Tuhan, Sang Pencipta. Jika dari ketiga itu tidak ada yang dijalankan, maka keseimbangan tidak ada, dan tidak akur. Kehilangan satu kejujuran, mengakibatkan pihak lain rugi.
Contoh :
1.       si A, jujur kepada diri sendiri. Dia tidak korupsi. Dia mengajukan anggaran rp.2.000.000 untuk pembuatan jalan.
2.       Dia tidak jujur kepada orang lain, maka ada pihak lain yang meminta untuk diganti menjadi rp.4.000.000. silahkan saja, dengan catatan mereka yang ambil selisihnya
3.       Apakah dia jujur kepada Tuhan, Sang Pencipta ? dia jujur kepada diri sendiri tidak mengambil keuntungan, dia tidak jujur bahwa ada orang lain yang mengganti anggaran.
4.       Jadi artinya dia tidak jujur, karena ada satu kejujuran yang dia bisa koreksi
Begitu juga Ahok dan DPRD, Ahok telah menjadi jujur dalam semua kejujuran, dan DPRD tidak jujur dalam kesemuanya.

Jadilah pribadi yang jujur ke diri sendiri, jujur kepada orang lain, jujur kepada Tuhan, Sang Pencipta