Lebih sukses dengan mendengar kebiasaan orang sukses, membuat kita lebih berbagi dalam kehidupan
http://www.businessinsider.co.id/tony-robbins-morning-routine-ice-bath-energy-cryotherapy-2015-3/?_ga=1.88602329.337065726.1429343864#.VTIeK9yUeSp
This blog is to accomodate you to become better than yesterday. One step at the time.
Showing posts with label pelayanan. Show all posts
Showing posts with label pelayanan. Show all posts
Saturday, 18 April 2015
Thursday, 16 April 2015
Jika saya adalah menteri aparatur negara
Jika saya adalah menteri aparatur negara
·
Semua karyawan yang tidak masuk dalam kategori
berprestasi, diberikan kesempatan untuk memperbaiki kualitas, jika tidak
meningkat kualitasnya, diberikan kompensasi untuk menjadi wirausaha dan
keahlian
·
Semua karyawan harus berfokus kepada melayani
masyarat
·
Semua karyawan harus hidup sederhana
·
Semua karyawan harus menjadi sama dengan
masyarakat
·
Semua karyawan tidak ada perlakukan khusus
·
Semua karyawan tidak boleh korupsi, jika
ketahuan korupsi maka dia dan keluarga dimiskinkan, berarti mereka harus
memulai dari nol lagi. Saudarapun yang dikenal juga ikut dalam pemeriksaan
·
Semua karyawan disejahterakan setiap bulannya
dan punya tabungan
·
Semua karyawan punya tabungan hari tua, untuk
menjamin kesejahteraan mereka
Hanya dengan memulai dengan ini saja, maka akan membuat
Indonesia maju. Masih banyak bidang yang bisa dibangun, di setiap pemerintahan.
Prinsip yang dipakai adalah jujur kepada diri sendiri, jujur
kepada orang lain, dan terutama jujur kepada Sang Pencipta
Jika saya adalah menteri kesehatan
Jika saya adalah menteri kesehatan
·
Percepatan pembentukkan puskesmas, posyandu,
rumah sakit tipe a,b,c,d, untuk menyediakan tempat yang menjadi partnet untuk
menerima bpjs di semua area
·
Kerjasama dengan swasta untuk meneriman bpjs
·
Mencari data keluarga miskin yang sebenarnya dan
menentukan siapa yang termasuk miskin
·
Mencari lagi esensi apa arti bpjs (inggris
sebagai model contoh, bahwa pembayaran pajak digunakan untuk memberikan
pelayanan kesehatan baik, bagi pasien dan dokter)
·
Mendorong obat generik yang kandungannya sama
dengan yang paten (generik bisa murah karena tidak memakai iklan yang besar)
·
Membuat lulusan kedokteran untuk lebih manusiawi
(karena kesejahteraan dokter itu dijamin oleh pemerintah)
·
Sekolah kedokteran yang murah dan berkualitas
(karena disupport oleh pemerintah)
·
Indonesia harus bisa menjadi tolok ukur di
wilayah asia dalam kecanggihan alat dokter seperti singapore
·
Indonesia harus bisa menjadi rujukan dalam
menangani kasus yang langka dan menjadi tempat dokter-dokte dunia dalam
mempelajari kedokteran yang terbaru
·
Catatan : mengelola uang dari iuran bpjs yang
begitu besar harusnya tulus dan bersih; dan tentunya harus didukung dengan
kebudayaan masyarakat yang bersih dan sehat juga. Jika terjadi pemerataan
pembangunan di semua daerah dan kesejahteraan meningkat di semua warga negara,
tentu warga negara yang ke rumah sakit jadi sedikit
Hanya dengan memulai dengan ini saja, maka akan membuat
Indonesia maju. Masih banyak bidang yang bisa dibangun, di setiap pemerintahan.
Prinsip yang dipakai adalah jujur kepada diri sendiri, jujur
kepada orang lain, dan terutama jujur kepada Sang Pencipta
Jika saya adalah menteri komunikasi dan informatika
Jika saya adalah menteri komunikasi dan informatika
·
Indonesia harus punya twitter, youtube,
facebook, bbm, semua socmedia versi Indonesia
·
Televisi, radio, film, dll memberikan berita
yang baik, yang membangun, yang mendidik (sekalipun berita buruk, harus
memberikan dampak yang baik)
·
Berita pariwisata dan keunggulan Indonesia,
harus bisa ditampilkan di luar negeri
·
Berita Indonesia adalah tempat yang baik untuk
investor dan sangat bersahabat harus bisa ditampilkan di luar negeri
·
Berita tentang warga negara yang kreatif harus
ditampilkan lebih banyak
·
Semua media penyampaian pesan, harus membawa
dampak mencerdaskan kehidupan bangsa
·
Berita tentang kejahatan narkoba, kriminal,
keluarga berencana dll, harus disampaikan secara menyeluruh dan lengkap dan
konsisten
Hanya dengan memulai dengan ini saja, maka akan membuat
Indonesia maju. Masih banyak bidang yang bisa dibangun, di setiap pemerintahan.
Prinsip yang dipakai adalah jujur kepada diri sendiri, jujur
kepada orang lain, dan terutama jujur kepada Sang Pencipta
jika saya adalah menteri perhubungan
Jika saya adalah menteri perhubungan
1.
Transportasi umum harus menjangkau semua pelosok
area Indonesia, dengan bus, kereta, pesawat, metro mini, mikrolet dll
2.
Transportasi umum harus nyaman dan aman
3.
Ijin trayek tidak mudah dikeluarkan, karena
menyangkut keterhubungan semua area
4.
Transportasi diatur seperti singapore (mau
menggunakan apa untuk umum dan menjangkau semua area
5.
Daerah potensi ekonomi, dibuatkan jalan yang
bagus
6.
Jalan disesuaikan dengan berat mobil yang paling
tinggi, agar tidak cepat rusak
7.
Armada laut dimaksimalkan sesuai dengan visi pa
Jokowi Tol laut
8.
Pelabuhan dibuatkan maksimal untuk menampung
kapal-kapal besar
9.
Kalau singapore bisa menjadi hub untuk pesawat
terbang, berarti visi Indonesia bisa menjadi hub untuk kapal laut
Pembangunan transportasi di daerah terpencil
harus ada dan dimulai, agar semua daerah terkoneksi melalui laut dan darat
untuk mendukung
Hanya dengan memulai dengan ini saja, maka akan membuat
Indonesia maju. Masih banyak bidang yang bisa dibangun, di setiap pemerintahan.
Prinsip yang dipakai adalah jujur kepada diri sendiri, jujur
kepada orang lain, dan terutama jujur kepada Sang Pencipta
Jika saya adalah presiden Indonesia
Jika saya adalah presiden Indonesia
1.
Membereskan hukum yang saling tumpang tindih,
menjadi kecil atau satu, agar supremasi hukum bisa ditegakkan
2.
Mengubah semua hukuman yang memakai kata maksimum, menjadi minimum atau paling
banyak menjadi paling sedikit
3.
Menaikkan gaji polisi dan tni dengan tingkat
yang memenuhi standart kehidupan dan bisa ada tabungan
4.
Semua aparatur pemerintahan semua harus dalam
tingkat memenuhi standart kehidupan dan bisa ada tabungan
5.
Membuat kesepekatan jika terjadi korupsi
disetiap level pemerintahan akan dimiskinkan keluarga dan saudaranya dan yang
terlibat
6.
Nepotisme, kolusi, titipan dan lain2
diperbolehkan dengan catatan bahwa dia harus berprestasi, tidak korupsi,
melewati kpk dan ppatk, fit dan proper test dan berjiwa melayani masyarakat
7.
Membiasakan kebiasan baru kepada masyarakat,
yang jika melanggar denda akan tinggi (seperti singapore pada saat pemulaan
membangun kebudayaan yang baru)
8.
Pemerataan pembangunan, dengan memulihkan setiap
pertanian dan perkebunan dan peternakan dll di daerah-daerah
9.
Pemerataan masing-masing daerah untuk sehubungan
dengan pertanian dan perkebunan dan peternakan dll. (masing2 daerah pasti punya
keunggulan)
Hanya dengan memulai dengan ini
saja, maka akan membuat Indonesia maju. Masih banyak bidang yang bisa dibangun,
di setiap pemerintahan.
Prinsip yang dipakai adalah jujur
kepada diri sendiri, jujur kepada orang lain, dan terutama jujur kepada Sang
Pencipta
setiap orang boleh memilih dan berharap
Sunday, 15 March 2015
Manajemen Talenta
Kenyataan :
Manajemen talenta ini memang sangat tidak tidak terasa dan
baru dipandang penting pada saat kita sudah tidak bisa membenahinya dalam waktu
singkat karena bersifat jangka panjang, bertumbuh, dan kultural. Beberapa penelitian
membuktikan, ketika masih dilapangan, relatif masih banyak pemimpin yang
memperhatikan dan meng-coach bawahannya. Ketika mereka naik ke jabatan yang
lebih tinggi, apalagi paling tinggi, ketika lampu sorot sudah diarahkan pada kinerjanya
biasanya semangat mengurus manusia menjadi hilang. Bila startegi dan sistem pengembangan
manusia tidak diprioritaskan lagi, akan terbengkalailah pekerjaan manajemen
talenta ini.
“Leaders create leaders”, sebuah prinsip yang harus
diciptakan disetiap perusahaan. Brian Kibby, Presiden McGraw-Hill Higher Education,
pemimpin yang rajin memang harus meluangkan waktu, mengadakan kontak mata, dan
memperhatikan orang-orangnya dengan saksama. Waktu surat-menyurat dan rapat
koordinasi perlu diskedul sedemikian rupa agar ia tetap mempunyai kesempatan
untuk berinteraksi secara interpersonal. Bila hal ini tidak dilakukan, bisa
jadi pemimpin kehilangan kepekaan mengenai manpower-nya.
Menurut Kibby, pemimpin harus menjadi role model dalam sikap
belajar. Bila seorang CEO selalu menanyakan pertanyaan yang sama kepada setiap
karyawan yang ditemuinya di lift,”Apa yang sedang kau pelajari saat ini?”
bukankan ini akan merangsang semua orang untuk siap belajar ?.
Para pemimpin harus tahu bahwa strategi dan eksekusi harus
sejalan. Karyawan harus tahu bahwa mereka harus bertindak kolektif secara
kultural, di saming juga berprestasi secara individual.
Ini semua karena,”our leaders are deeply engaged in and
accountable for spotting, tracking, coaching, and developing the next
generations of leaders”.
Disadur dari Eillen Rachman, Experd character building
assesment & training, Kompas, sabtu 14 mar 15
Organisasi yang flexible
Kenyataan :
Lazimnya, lokasi tempat kerja menentukan status dan slip
gaji yang diterima. Jika duduk ditengah tanpa pemandangan selain rekan kerja
biasanya diperuntukan bagi para pegawai pada umumnya. Jika sudah lebih senior,
boleh menghuni cubicle lebih besar dengan satu sisi jendela untuk melihat
keluar. Kantor dua sudut dengan dua sisi pemandangan hampir selalu diberikan
pada orang yang dianggap paling penting pada lantai yang bersangkutan (baca:si
bos). Sementara itu sang bos besar mungkin saja menghuni area yang lebih luas dari rumah rata-rata orang
Indonesia. Ya, tempat kerja cerminan organisasi.
Apapun bentuk organisasinya, ada 3 pertanyaan yang harus
dijawab. Pertama, apakah rancang bangun organisasi yang dimiliki saat ini sudah
memadai untuk pencapaian tujuan-tujuan organisasi ?. kedua, hal-hal apakah yang
bisa dilakukan untuk menjadikan organisasi lebih tepat guna, relevan,
memberdayakan segenap anggotanya?. Terakhir, seperti apa bentuk organisasi ini
dimasa depan ?. apa pun jawabannya untuk ketiga pertanyaan ini bisa dipastikan
rancang bangun organisasi yang tidak tepat hanya akan berujung pada
kemandekan-jika bukan keruntuhan organisasi.
If you wish to change the culture, then you need to change
the organization. Sekarang, ada Apple, Google, Facebook, Amazon dan banyak
organisasi berbasis teknologi dan berskala global menata dirinya. Rata-rata
cenderung flat dan bigger, atau dengan kata lain tidak birokratis, egaliter,
dan berorientasikan misi tertentu (bukan sekadar pencapaian target financial).
Ada tiga kata yang merefleksikan organisasi : bersama,
berkarya, dan bermakna. Singkatnya, keistimewaan organisasi bukan soal berapa
lama berdiri atau sekadar besaran jumlah anggotanya. Sebuah organisasi menjadi
istimewa saat berhasil menemukan, menyepakati, dan menghidupi alasan
kebersamaan. Pada tahap ini akan muncul karya yang bermakna, bukan sekadar bagi
pemilik atau segelintir pemimpin, tetapi untuk semuanya.
We all have our ideas of what future organizations will look
like. Perhaps we should learn what went wrong from the man who designed the
cubicle
Disadur dari Rene Suhardono, Ultimate
U, Kompas, sabtu 14 mar 15
Saturday, 7 March 2015
Meningkatkan kualitas : bidang hotel
Kenyataan :
Kompas, kamis, 5 maret 2015
Menanggulagi penurunan tingkat hunian kamar hotel,
pemerintah daerah perlu lebih gencar menggelar acara menarik sehingga wisatawan
berdatangan. Berbagai kegiatan seni, budaya, dan pemeran jika digelar rutin dan
terjadwal akan mendongkrak tingkat hunian hotel karena turis meningkat.
General Manager Hotel Santika Jemursari Ibnu Darmawan, rabu
(4/3), mengatakan Surabaya tidak memiliki objek wisata, tetapi kenyamanan kota
ini dengan berbagai taman dan infrastruktur yang baik, membuat angka kunjungan terus
meningkat.
Di Jatim, hingga Maret 2015, sekitar 50.000 karyawan hotel
diseluruh Jatim kehilangan pekerjaan. Ketua PHRI Jawa Timur M Soleh
menjelaskan, kerugian akibat kebijakan tersebut mencapai Rp.1 triliun dari
total omzem pendapatan hotel setahun Rp.8 triliun di Jawa Timur. Setiap hotel
kehilangan belanja hingga 25-35 persen karena kehilangan pasar yang penting. Bahkan
ada hotel yang berhenti beroperasi, dengan mengubah hotel menjadi kontrakan,
sewa, atas kos seperti apartemen.
Solusi :
Kejadian ini sudah akan berlangsung terus seperti ini, di
berbagai bidang, karena dari jaman dahulu semua hotel dibuat tanpa ada
perencanaan yang matang. Hanya sekedar untuk mengikuti tren, banyak yang
membuat hotel.
Tertulis diatas dan buat saya yang satu bisa menjual (General
Manager Hotel Santika Jemursari Ibnu Darmawan) dan yang satu tidak bisa menjual
(Ketua PHRI Jawa Timur M Soleh, berbanding terbalik). Karena yang satu berfokus
jangka panjang dan yang satu berfokus jangka pendek. Dalam sejarah perhotelan,
kesuksesan itu diperoleh dengan beradaptasi dengan keadaan yang terjadi
sekarang.
Sebenernya hotel itu tingkat okupansinya selalu sekitar 80%, karena hotel itu tahu persis
bahwa kualitas pelayanan dan kenyaman yang akan menjadikan seorang pelanggan
akan kembali lagi dan kembali lagi. Saya sempet belajar mengenai sejarah yang
menyebabkan hotel Ritz Carlton menjadi hotel favorit dunia. Karena mereka
memberikan pelayanan yang memuaskan. Apakah karena mahal ? jawabannya tidak. Justru
kualitas pelayanan dan kenyamanan yang membuat mereka mahal. Seseorang pernah
bercerita sama saya, bahwa dia setiap kali kesana selalu ditawarkan kamar yang sama,
jika tidak ada yang memakai. Hotel Ritz Carlton itu menyimpan database setiap
orang yang pernah tinggal disana. Berusaha mengetahui kebiasaan pelanggannnya.
Sebaliknya hotel-hotel disini, berfokus kepada fisiknya yang
bagus, dan kualitas pelayanan dan kenyamanan tidak diperhatikan. Maka orang
tidak mau kembali lagi dan tidak merekomendasikan kepada orang lain, malah
melarang orang untuk kesana.
Begitupun juga sekarang yang berjamurnya hotel Bugdet, yang
hanya memberikan fasilitas sederhana seadanya, karena fokusnya untuk tidur dan
menaruh barang saja. Jika hotel budget hanya mengandalkan fisiknya saja, dan
tidak menawarkan fasilitas yang lain, tentu okupansinya tidak maksimal. Paket kerjasama
untuk pelanggan luar kota atau luar negeri yang murah dan meriah dan menarik;
dengan tour dan travel; dan banyak lagi yang bisa dicontoh dan disesuaikan
Ada beberapa hal yang saya pelajari dari pengalaman saya
berpergian ke luar kota :
- 1. Hotel (hotel bugdet, mahal, mengengah) yang baik adalah mementingkan keramahan dari staff dan membuat nyaman saya pada saat tinggal di hotel. Karyawannya tanggap
- 2. Harga itu diberbanding dengan kualitas pelayanan dan kenyamanan. Jika harga hotel tersebut (berapapun itu) jika memberikan kualitas pelayanan dan kenyamanan yang jelek, tentu tidak akan saya kembali ke hotel tersebut.
- 3. Hal yang saya perhatikan : kamar mandi, tempat buang air besar harus bersih; tempat tidur masih empuk dan bersih; wifi terbatas; lift yang bersih; itu sudah cukup buat saya (saya harap ini juga merupakan standar yang umum)
Selamat merasakan kualitas pelayanan dan kenyamanan.
#marikitabelajar
Subscribe to:
Posts (Atom)